Minggu, 10 April 2011

Lebanon Desak PBB Hentikan Aksi Spionase Israel



Lebanon (10/04)    Pemerintah Lebanon telah mengajukan protes kepada Dewan Keamanan PBB terkait kegiatan mata-mata rezim Zionis Israel di wilayah selatan negara itu.

Kementerian Luar Negeri Lebanon dalam suratnya, mendesak Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk menekan Israel agar menghentikan aktivitas spionase di Lebanon, ujar koresponden Press TV pada hari Sabtu (9/4).
Kemlu Lebanon meminta PBB untuk mengambil tanggung jawabnya dalam memelihara perdamaian internasional dan menekan Israel agar meninggalkan kebijakan bermusuhan dan provokatif terhadap Lebanon.

Komunitas NU Protes Pengusiran Syiah di Sampang


Lebanon, (10/04)    Komunitas Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) yang berpusat di Jawa Timur menyatakan keprihatinannya atas diskriminasi atas kelompok Syiah di Sampang. Koordinator Presedium JIAD, Aan Anshori ketika dihubungi IRIB menjelaskan, "JIAD adalah komunitas independen yang melibatkan para santri, masyarakat NU dan aktivis LSM di Jawa Timur. Komunitas didirikan untuk menentang segala bentuk diskriminasi."
Sebagaimana dirilis situs resmi JIAD, komunitas ini mengeluarkan pernyataan yang menyikapi peristiwa yang terjadi di Sampang. 

Lintasan Sejarah 9 April

TNI AU Lahir

TNI AU lahir dengan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu berkekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. Pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia, yang kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada 29 Juli 1947 tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Mesir kembali Memanas, Korban Berjatuhan

Lebanon, (10/04)    Korban tewas akibat tindakan keras aparat keamanan terhadap pengunjuk rasa di Bundaran Tahrir, Kairo, Mesir, meningkat menjadi enam orang, setelah beberapa korban luka parah meninggal di rumah sakit. Tentara dan polisi menggunakan senjata dan pentungan untuk membubarkan beberapa ribu pengunjuk rasa, yang telah berkemah di tempat tersebut, ujar koresponden Press TV pada hari Sabtu (9/4).

Para saksi mata mengatakan suara tembakan terdengar di alun-alun Bundaran Tahrir. Para demonstran melawan tekanan apara yang berusaha membubarkan aksi protes. Mereka bersumpah untuk terus melanjutkan aksinya. Laporan sebelumnya mengatakan, dua orang tewas dan 18 lainnya luka-luka. Namun, sumber-sumber medis kini menyatakan bahwa angka kematian diprediksikan akan meningkat, karena beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis.

Ribuan orang bergabung dengan pengunjuk rasa di bundaran bersejarah pada hari Sabtu. Mereka mendesak para penguasa militer untuk memenuhi seluruh tuntutan rakyat, termasuk mengadili Mubarak dan segera melimpahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.
Perkembangan ini terjadi dua bulan setelah revolusi rakyat Mesir berhasil menggulingkan mantan presiden Hosni Mubarak. (IRIB/Info Ops)

Militer AS Tidak Hengkang, Tentara Al-Mahdi Akan Diaktifkan

Lebanon, (10/04)    Puluhan ribu warga Irak turun ke jalan-jalan Baghdad memprotes kehadiran pasukan AS.
Seraya meneriakkan slogan-slogan anti-AS dan menyeru persatuan Syiah dan Sunni di Irak, para demonstran hari ini (Sabtu, 9/4) mendesak "penarikan segera pasukan AS". Demikian dilaporkan koresponden Press TV. 

Protes itu muncul setelah Menteri Pertahanan AS Robert Gates Kamis mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan pasukannya di Irak setelah tanggal penarikan mundur yang disepakati yaitu hingga akhir 2011, jika pemerintah Irak meminta bantuan. Ulama Syiah Irak, Muqtada al-Sadr, hari ini menyatakan bahwa para pendukungnya akan terus melanjutkan resistensi terhadap militer Amerika jika tidak meninggalkan Irak hingga akhir tahun. 

Menurutnya, "Jika Amerika tidak meninggalkan Irak sesuai jadwal, kami akan resistensi dan memulai kembali kegiatan Tentara al-Mahdi". Jurubicara pemerintah Irak Ali al-Dabbagh mengatakan Jumat (8/9) bahwa Baghdad tidak ingin Amerika Serikat untuk mempertahankan pasukannya lebih di Irak lebih dari tahun 2011.

Dikatakannya, "Perdana Menteri Nouri Al-Maliki mengatakan kepada Menteri Pertahanan (AS) Robert Gates bahwa pemerintah Irak menentang segala bentuk kehadiran pasukan AS atau dari negara lainnya." Dalam perjanjian keamanan Baghdad-Washington (SOFA) yang ditandatanani pada 2008, telah ditetapkan bahwa pasukan militer AS ak sebelum tahun 2012. 

Amerika Serikat telah menyelesaikan operasi militernya di Irak selama musim panas tahun 2009. Sebagian besar tentara AS dijadwalkan akan meninggalkan Irak pada musim panas 2011. Berdasarkan laporan Associated Press, saat ini sekitar 47.000 tentara AS bertugas di Irak. Jumlah sebelumnya mencapai lebih dari 170.000 personil.Setidaknya 4.443 warga Irak tewas sejak invasi pimpinan AS pada tahun 2003. Data itu dirilis oleh www.icasualties.org independen.(IRIB/Info Ops)

NATO Salah Tembak Tapi Menolak Meminta Maaf

Lebanon, (10/04)     Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan tidak akan meminta maaf karena telah salah menembak tank-tank milik pasukan revolusioner di Libya timur. IRNA melaporkan, Russ Harding, Wakil Komandan NATO di Libya, Jumat (8/4) dalam konferensi pernya mengatakan, NATO sebelum operasi yang digelar hari Kamis (7/4), tidak mengetahui bahwa pasukan revolsioner juga menggunakan tank dalam pertempurannya melawan militer pro-diktator Muammar Gaddafi. 

Dikatakannya, "Tugas kami adalah menjaga nyawa warga sipil dan pasukan pro-Gaddafi biasanya menggunakan tank untuk menyerang warga." Di lain pihak, pasukan revolusioner Libya geram karena menjadi sasaran serangan NATO. Panglima pasukan revolusioner Libya, Abdul Fatah Younis sebelumnya telah menyatakan bahwa pihaknya telah mengumumkan pengerahan tank-tank milik pasukan revolusioner di garis depan medan tempur.Namun, Harding mengklaim bahwa kondisi antara kota Ajdabiya dan Brega, yang menjadi sasaran serangan udara NATO, sangat tidak jelas ditambah dengan kendaraan dan tank-tank yang bergerak ke segala arah. 

Ia mengklaim bahwa informasi yang diterima NATO menunjukkan bahwa tank-tank militer pro-Gaddafi menembaki warga sipil di kota Misratah dan pada hari Kamis (7/4) tank-tank tersebut bergerak di jalan-jalan.Pejabat tinggi NATO itu mengatakan, "Tampaknya serangan NATO Kamis itu telah merenggut nyawa sejumlah pasukan revolusioner yang berada dalam tank-tank. Namun saya tidak akan meminta maaf atas hal ini."(IRIB/Info Ops)