Senin, 25 April 2011

Kepala Biro Al-Jazeera Beirut Mengundurkan Diri

Lebanon (24/04)        Kepala Biro Aljazeera di Beirut, Ghassan Ben Jeddo mengundurkan diri dari jabatannya, sebagai bentuk protes atas bias media massa berbasis di Qatar ini atas liputan mengenai revolusi Timur Tengah. 
 
Wartawan senior kelahiran Tunisia ini mengundurkan diri awal April untuk beberapa alasan, terutama kurangnya profesionalisme dan objektivitas Aljazeera atas perlawanan rakyat negara-negara Timur Tengah, termasuk Yaman dan Bahrain.
"Ghassan Ben Jeddo menilai Aljazeera bias dan tidak lagi independen," tulis koran As-Safir, Lebanon.

Ben Jeddo menyebut Aljazeera meluncurkan kampanye kotor terhadap pemerintah Suriah, dan berubah menjadi "outlet propaganda." 

Difitnah, Hizbullah Justru Nasihati Sekjen PBB

Lebanon (24/04)     Ban Ki-moon, Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) baru-baru ini dalam sebuah pernyataan anti Hizbullah dan menyebut gerakan ini sebagai faktor utama masalah yang dihadapi Lebanon. Sekjen PBB ini juga meminta agar Hizbullah segera dilucuti persenjataannya.
 
Mereaksi pernyataan sepihak Sekjen PBB ini, Hizbullah menasihati Ban Ki-moon agar menjalankan perannya sebagai penjamin stabilitas keamanan internasional. Karena selama ini Ban dinilai Hizbullah tidak lebih dari eksekutor patuh seluruh perintah Amerika dan negara-negara Barat. Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon menyebut apa yang disampaikan Sekjen PBB sangat tidak bernilai. Menurut Sheikh Naim Qassem, terkait pelucutan senjata Hizbullah, Ban hanya pelaksana politik yang didiktekan rezim Zionis Israel dan para pendukung rezim ini.

Jihad Islam Minta Tangkap Dan Tahan Tentara Zionis

Lebanon (24/04)      Gelombang demonstrasi yang dilakukan oleh organisasi massa dalam dua hari terakhir  terjadi di beberapa tempat di wilayah Lebanon diantaranya Beirut, Tyre dan beberapa daerah di Lebanon bagian selatan.

Gerakan Jihad Islam di Beirut meminta kelompok-kelompok muqawama Palestina meningkatkan penangkapan tentara Zionis.

Seperti yang dikutip harian online "Palestine Today" dan “Lebanonnews” menyebutkan, Haitsam Abu Ghazlan (Gerakan Jihad Islam Beirut) meyakini bahwa satu-satunya jalan untuk membebaskan para tawanan Paletina adalah menahan tentara Zionis lebih banyak lagi". Pernyataan itu dikemukakannya dalam aksi mogok di depan kantor Palang Merah di Beirut dan beberapa tempat lainya. Dalam aksi mogok itu, hadir dan berpidato pula Marhaj Bashara mantan menteri kabinet Lebanon, Marwan Faris anggota parlemen Lebanon, Haaj Ataullah, Ketua Komisi Pembelaan Tahanan Palestina dalam gerakan Hizbullah.

Mereka menekankan perlawanan terhadap segala bentuk kerakusan Zionis serta menilai bahwa satu-satunya cara paling efektif untuk membebaskan tawanan Palestina adalah menahan tentara Zionis yang lebih banyak. (Info Ops)