Sabtu, 14 Mei 2011

Israel Berulang Tahun, Suka atau Duka ?

Beirut ( 15/05)        15 Mei mengingatkan kita akan peristiwa kelabu yang terjadi 63 tahun lalu, saat sebuah komunitas teroris yang menggunakan atribut agama mengumumkan berdirinya sebuah negara bagi kelompok mereka. Rezim itu berdiri secara ilegal di negeri milik sebuah bangsa yang mereka usir, bantai dan rampas kehormatan dan semua yang mereka miliki. Israel, itulah nama yang dipilih komunitas Zionis untuk negara ilegal yang mereka dirikan. Hari ini, oleh bangsa Palestina yang terusir dan bahkan oleh seluruh bangsa Arab dan umat Islam disebut dengan nama hari Nakba yang berarti petaka. 
 
Sejak beberapa hari lalu, seseorang yang tak dikenal tiba-tiba menjadi sorotan media massa karena memaparkan ide konyol, merayakan hari ulang tahun berdirinya Israel. Reaksi bermunculan. Departemen Luar Negeri menyatakan menolak rencana itu dengan dalih Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dan tidak mengakui eksistensi Israel. Sikap Deplu ini memang cukup diplomatis dengan menitikberatkan masalah pada kebijakan negara yang tidak mengakui Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengannya.

Kontingen Garuda Unifil Berikan Seminar Sehari Mahasiswa Indonesia Di Lebanon

Beirut ( 13/05)      Persatuan Pelajar Indonesia Lebanon (PPL) menyelenggarakan seminar sehari yang difasilitasi oleh KBRI untuk Lebanon di gedung lobby KBRI Beirut, Jum’at (13/05/2011)

Seminar yang mengambil topik “Leadership dan Manajemen Organisasi tersebut menghadirkan empat narasumber dari Satgas Kontingen Garuda Lebanon, narasumber tersebut ialah Mayor Inf Henry Mahyudi (Dansatgas Indo FPC), Mayor Sus A.E Mukhafi (Pa Interpreter bahasa Arab Satgas Indobatt), Mayor Sus Haryanto (Pa Interpreter bahasa Inggris Satgas Indobatt) dan Kapten Adm Arif Jatmiko (Pa Pers Satgas Indobatt).

Seminar sehari yang dibuka langsung oleh Duber RI untuk Lebanon Dimas Samoedra Rum diikuti oleh ikatan mahasiswa Indonesia yang menamakan diri Persatuan Pelajar Indonesia Lebanon (PPIL) yang sedang menjalankan belajar di berbagai Universitas di Lebanon. Mereka berasal dari tiga perguruan tinggi ternama yaitu Global University, Darul Fatwa dan Kuliah Dakwah. Jumlah mahasiswa Indonesia yang menjalankan belajar di Lebanon berjumlah 29 orang.
Secara bergantian narasumber menyampaikan materi sesuai agenda utama dengan ditambahkan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan mengingat hal tersebut sangat penting diberikan kepada para mahasiswa dikarenakan masa depan bangsa dan negara Indonesia ada dipundak mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut Ketua PPIL Khoirul Anwar, tujuan dilaksanakannya seminar tersebut agar para mahasiswa memiliki tambahan ilmu pengetahuan khususnya tentang seni kepemimpinan dan bagaimana memimpin sebuah organisasi. Sengaja para mahasiswa memilih narasumber dari kalangan militer agar bisa saling sharing antara mahasiswa dan militer Indonesia. Kedepan kegiatan serupa diharapkan akan senantiasa dapat terlaksana secara terus menerus. Kami sangat puas atas pelaksanaan seminar tersebut dan kami benar-benar bisa memahami semua yang disajikan oleh narasumber, kata Khoirul Anwar yang diwawancarai seusai kegiatan.

Acara yang dimulai pukul 10.00 sd 16.00 LT (Lebanon Time) tersebut diakhiri dengan pemberian cinderamata dari mahasiswa, sertifikat dari Kedubes RI kepada seluruh narasumber dan dilanjutkan foto bersama.* (Noer/Info Ops)