Minggu, 29 Mei 2011

Kasum TNI Kunjungi Prajurit satgas Indo FPC



Lebanon(28/5)   Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia ( Kasum TNI) Letnan Jenderal TNI Suryo Prabowo mengunjungi camp sudirman tempat dimana Prajurit Satgas Indo FPC Konga XXVI-C2/Unifil bermukim selama melaksanakan misi penugasannya di Lebanon. 
 Pada kesempatan kali ini Kasum TNI didampingi oleh  Waasops Panglima TNI Laksma TNI ST. Budiyono, Direktur Zeni TNI-AD Brigjen TNI Dicky Waenal Usman, Paban I/Renc Slog TNI Kolonel Tek Sumarno, Wakil Kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Kolonel PNB A. Sumadi, Atase Pertahanan Cairo Kolonel Laut(P) R, Teguh Isgunanto, Sespri Kasum TNI Kolonel Inf Andika Perkasa dan tidak ketinggalan juga duta besar Indonesia untuk Lebanon Bapak Dimas Samodra.

Kunjungan ke Sudirman Camp ini Kasum TNI melakukan Inspeksi terhadap kendaraan dan perlengkapan yang digunakan oleh Satgas Indo FPC dalam melaksanakan tugas di misi perdamaian PBB (Unifil),juga menyempatkan untuk memeriksa kondisi pangkalan Camp Sudirman dan masuk ke Korimek (Barak) serta Shelter(Bunker perlindungan) .Selanjutnya Kasum TNI dan rombongan mengecek langsung personel yang bertugas sebagai juru masak Satgas.
Kunjungan di Satgas Indo FPC yang berlangsung sekitar 1 Jam ini diakhiri dengan foto bersama rombongan dan seluruh perwira di Gapura sudirman Camp, selanjutnya Kasum TNI melanjutkan lawatannya ke MCC untuk bertemu dengan Deputy Force Commander ( wakil komandan unifil yang berada di Lebanon) Brigent Santi Bofanti serta mengunjungi Satgas kontingen garuda lain yang berada di wilayah Naqoura.


Sabtu, 28 Mei 2011

Hizbullah Kecam Serangan Terhadap Pasukan PBB

Lebanon (28/05)    "Hizbullah menganggap tindakan kriminal dan meminta layanan khusus Lebanon untuk menyelidiki dan mengungkap pelaku dan menahan mereka,"kata Press TV pernyataan Hizbullah pada hari Jumat. 

Sebuah patroli Italia dari PBB Interim Force di Lebanon (UNIFIL) menjadi sasaran bom pinggir jalan pada hari Jumat.
Setidaknya enam tentara Italia dan dua warga sipil luka-luka dalam serangan itu. Menurut Menteri Pertahanan Italia Ignazio La Russa, dua dari pasukan perdamaian berada dalam kondisi kritis.

Sebuah laporan awal dari kantor berita Italia ANSA mengutip sumber kementerian pertahanan telah mengatakan bahwa seorang tentara Italia tewas dalam ledakan itu.
"Ini adalah tindakan tercela yang jelas ditujukan untuk merusak Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan stabilitas di Lebanon,''kata Neeraj Singh, juru bicara pasukan penjaga perdamaian UNIFIL.

Ia merujuk pada resolusi yang mengakhiri perang Israel 33 hari terhadap gerakan perlawanan Lebanon Hizbullah pada tahun 2006, yang merenggut nyawa lebih dari 1.200 warga Libanon, kebanyakan warga sipil.* ((IslamTimes/Info Ops)

Satgas Indo FPC Unifil Tingkatkan Kesiagaan


Lebanon (28/05)       Satuan Tugas Indonesia Force Protection Company Unifil meningkatkan kesiagaan terkait insiden ledakan bom yang mengenai sebuah mobil Unifil dari Kontingen Itali di wilayah Saida Lebanon Selatan (27/05).

Dikutip dari berbagai sumber bahwa ledakan tersebut mengakibatkan sedikitnya dua personel militer tewas dan empat lainnya mengalami luka serirus dan hingga saat ini masih dirawat di sebuah rumah sakit Sidon Lebanon Selatan.

Pihak Unifil Security bahkan mengeluarkan instruksi khusus bahwa semua kontingen dilarang melakukan aktifitas pergerakan kendaraan maupun personel dari markas masing-masing hingga batas waktu yang belum ditentukan sambil menunggu situasi aman.

Menyikapi instruksi dari Unifil tersebut, Komandan Satgas Indo FPC Mayor Inf Henri Mahyudi melarang keras bagi anggota satgas melakukan aktifitas pergerakan keluar camp demi keamanan dan keselamatan personel. 

Terkait dengan insiden tersebut hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut namun aparat keamanan setempat masih berupaya untuk menemukan pelaku dan motif tindakaanya.* (Info Ops)

Ledakan Bom di Lebanon Selatan Lukai Kontingen Italy

Lebanon (28/05)   Sebuah bom pinggir jalan meledakkan sebuah kendaraan PBB di jalan raya kota pelabuhan Sidon Lebanon selatan Jumat tanggal 27 Mei 2011, melukai enam tentara dari kontingen Italia, dua serius. Komandan Kontingen Italia dari Sector west melalui staf juru bicara Massimo Fogari membantah laporan sebelumnya bahwa seorang tentara Italia tewas dalam serangan itu. Keenam tentara yang terluka diangkut ke rumah sakit di Sidon, Hammoud Hospital. Dua warga sipil Lebanon, Tannous Tanious dan Amin Dawoud, yang berdiri sekitar 50 meter dari lokasi ledakan juga sedikit terluka, sumber keamanan mengatakan. Hingga laporan ini diturunkan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. "Ada enam penjaga perdamaian terluka satu dengan cedera serius. Dan sisanya mengalami luka moderat. Mereka semua di rumah sakit," kata juru bicara UNIFIL Neeraj Singh.
"Tim kami sedang dalam perjalanan [ke lokasi]."

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL ditempatkan di Libanon selatan untuk mengawasi perbatasan dengan Israel. Pemimpin Lebanon sangat mengutuk serangan itu, dengan Presiden Michel Sleiman menggambarkannya sebagai tindak pidana dimaksudkan  untuk menggoyahkan negara itu. "Ini tindak pidana bertujuan untuk mengancam keamanan negara dan stabilitas," kata dia mengatakan dalam sebuah pernyataan. Parlemen Nabih Berri juga menyatakan keprihatinannya atas serangan itu. "Kami mengutuk kejahatan ini teroris, karena kami menawarkan bela sungkawa kami untuk para pemimpin UNIFIL dan khususnya unit Italia, berharap untuk pemulihan cepat dari mereka yang terluka," kata Berri dalam pernyataannya.

Polisi Lebanon Blokade Kantor Telekomunikasi

Lebanon (28/05)   Polisi Lebanon pro Saad Hariri  mencegah menteri telekomunikasi negara ini memasuki kantornya dan komandan polisi membangkang terhadap instruksi menteri dalam negeri untuk meninggalkan lokasi departemen telekomunikasi. Aksi ini memaksa menteri telekomunikasi mengundurkan diri dari jabatannya.
 
Menyaksikan kondisi seperti ini, militer Lebanon Jum'at malam (27/5) mulai bertindak dan berhasil mengusir polisi yang mengepung departemen telekomunikasi.

Menurut situs online dari berbagai media lokal, pasukan khusus militer Lebanon dikerahkan ke departemen telekomunikasi dan berhasil menguasai gedung. Di sisi lain, polisi yang sebelumnya mengepung departemen ini tanpa melakukan perlawanan menyerahkan kontrol departemen telekomunikasi kepada militer. 

Personel Unifil Korban Ledakan di Saida Bertambah

Lebanon (28/05)    Jumlah korban insiden ledakan kendaraan milik pasukan PBB di Lebanon (UNIFIL) bertambah menjadi empat orang. Sebelumnya sejumlah sumber menyebut korban tewas insiden ini sedikitnya satu tentara UNIFIL dari Italia.
 
Namun Menteri Luar Negeri Italia kemudian mengkonfirmasikan tewasnya dua serdadu negara ini di Lebanon. Insiden tersebut terjadi hari Jum'at saat mobil patroli UNIFIL meledak di gerbang pertama kota Sidon di Lebanon Selatan.

UNIFIL dibentuk pada 1978 untuk mengawasi perbatasan Lebanon dengan Israel dan diperluas setelah perang 2006 antara negara Yahudi tersebut dan kelompok pejuang Syiah Lebanon Hizbullah.

Pasukan multinasional itu kini mencakup 13.000 prajurit yang ditempatkan di Lebanon selatan, dan pasukan Italia merupakan kontingen terbesar.

UNIFIL sebelumnya menjadi sararan tiga serangan yang belum diklaim pihak mana pun, yang terakhir pada Januari 2008 ketika ledakan bom pinggir jalan melukai dua prajurit Irlandia.Dalam insiden paling mematikan, tiga prajurit Spanyol dan tiga prajurit Kolombia tewas pada Juni 2007 ketika mobil yang dipasangi bom meledak pada saat kendaraan patroli mereka lewat. (IRIB/Infp Ops)

Dansatgas Indo FPC Hadiri perayaan Peacekeeper Day





Lebanon(27/5)     Komandan Satgas Indo FPC Mayor Inf Henry Mahyudi menghadiri peringatan hari internasional penjaga perdamaian PBB ( peacekeeper day)  yang dilaksanakan di Cenotaph  Head Quarter Naqoura Lebanon. Acara ini  bertujuan untuk mengingat rekan-rekan peace keeper yang telah kehilangan nyawanya di medan tugas dalam rangka mengkonstribusikan terhadap perdamaian.

Kontingen Indonesia Merajai Kejuaraan Menembak antar Kontingen Unifil


Tim menembak Gabungan Satgas Indo FPC dan FHQSU akhirnya mampu meraih medali emas pada  Kejuaraan menembak antar kontingen Unifil ( Inter Contingent Shooting Competition 2011) yang diselengarakan oleh Indbatt di lapangan tembak Sector east. Medali emas dipersembahkan oleh Tim menembak senapan yang dimotori oleh Serka Azis, Praka Murodi dan Praka Ridwan Bingkilon  dengan nilai akumulasi 370 point . Pada kesempatan kali ini pula salah satu petembak Indo FPC Ridwan Bingkilon menjadi petembak terbaik dengan nilai 129 point. 


Pada hari sebelumnya (24/5)Tim Petembak Pistol hanya mampu menduduki peringkat ke 4 dari 13 Tim yang bertanding saat itu, Tim Pistol kita hanya mampu mengumpulkan point 378 dibawah Tim Indobatt,Korea dan Malaysia 1.
Dengan hasil tersebut Kontingen Indo FPC dan FHQSU mengumpulkan nillai 748 menempati urutan kedua dibawah Kontingen Indobatt yang menjadi Juara Umum dengan nilai 756 sedangkan juara ketiga diduduki oleh Tim Korea dengan nilai  660.(lihat hasil lengkap kejuaraan menembak antar kontingen)

Kejuaraan menembak yang diselengarakan oleh Batalyon India ini diikuti oleh 14 tim dari 11 negara kontigen Unifil yaitu Chinbatt (China), Spainbatt (Spain), CPT-FC (Spain), Rokbatt (Korea), Nepbatt (Nepal), Italbatt (Italia), Ghanabatt (Ghana), Dancon (Denmark), Brunei, Malaysia 1, Malaysia 2,  India Battalion, Indobatt dan Indo FPC(FHQ) dan ditutup oleh wakil komandan sector east Kolonel Joko S. di Batalyon India UNP 4-2 ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para juara berupa medali dan Piala.

Minggu, 22 Mei 2011

Satgas Indo FPC Tampil Di International Cross Country


Lebanon (22/05)     -      Acara Tahunan Lomba lari  Phonicia’s 10 Km International Cross Country kembali digelar di kota Tyre Lebanon,dan tidak ketinggalan 4 personel dari Satgas Indo FPC Yaitu Kapten Inf Eka Wira Dharmawan,Lettu Inf Andi Yuliazi, Praka Berkat Tologana dan Pratu Efendi ikut serta dalam perlombaan ini. Perlombaan yang bertajuk “ Phonicia’s 10 km International Cross Country” ini digelar dengan route melewati dalam kota Tyre dengan jarak tempuh 10 km      dengan mengambil titik Start dan Finish di sekitar Tyre Rest House.

Sabtu, 21 Mei 2011

Satgas Indo FPC Hibur anak anak Lebanon dengan “Merpati Putih”


Lebanon(20/5) Sekitar 120 orang siswa dan tenaga pendidik dari Naqoura elementary School berkunjung ke Markas  Satgas Indo FPC di Soedirman Camp Naqoura memenuhi undangan Komandan Satgas Indo FPC Mayor Inf Henri Mahyudi yang telah direncanakannya sejak awal pelaksanaan tugas perdamaian dunia di Lebanon.

Selasa, 17 Mei 2011

Kontingen Garuda Kembali Gelar Upacara 17-an Di Soedirman camp


Naqoura Lebanon(17/5).  Bertempat di Lapangan Upacara Soedirman Camp Naqoura berlangsung Upacara 17-an yang dilaksanakan secara rutin pada setiap bulannya oleh Kontingen Garuda yang berada di wilayah Naqoura Lebanon, bertindak selaku Inspektur Upacara pada saat ini adalah Letkol Inf Bambang T. yang dalam penugasan di Unifil menjabat sebagai Perwira Staff Force Commander. Upacara diawali dengan masuknya pasukan upacara yang terdiri dari Anggota Indo FPC, Indo FHQSU, Indo Medic dan Indo Cimic serta berbagai Satgas Garuda Indonesia yang berada di wilayah Naqoura Lebanon Selatan, kegiatan dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan Pancasila oleh Irup dan Pembukaan UUD 45 serta Sapta Marga dilanjutkan dengan amanat oleh Inspektur upacara.



Dalam amanatnya Inspektur upacara Letkol Bambang T. membacakan amanat Komandan Satgas FHQSU selaku Komandan Kontingen yang pada intinya memberikan penekanan kepada seluruh jajaran untuk senantiasa benar benar mampu membaca situasi berikut segala kecenderungan perkembangannya, sehingga seluruh anggota dapat meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipasi dan upaya konstruktif dalam rangka menjaga citra TNI di daerah penugasan khususnya di Lebanon.

Bertindak sebagai Komandan Upacara pada kesempatan ini adalah Kapten Frisky  yang dalam pelaksanaan tugas sehari – hari di penugasan ini sebagai Pasilog Satgas Indo FHQSU. Acara berlangsung dengan tertib dan diakhiri pukul 07.45 kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.

Satgas Indo FPC Menerima Tim Inspeksi dari Rations Unit dan JLOC UNIFIL



Naqoura (17/5)         Memasuki bulan ke enam dalam misi penugasan ini Satgas Indo FPC untuk kedua kalinya menerima Tim Inspeksi dari Rations Unit dan JLOC  UNIFIL, kegiatan ini dilaksanakan secara berkala untuk memeriksa  CRP dan bahan makanan yang diterima oleh  Satgas Indo FPC dari UNIFIL.
           

Lebanon Adukan Israel Ke Dewan PBB

Lebanon (16/05)        Wakil Lebanon di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadukan kejahatan Rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di wilayah perbatasan Marwan al-Ras yang berada di Lebanon selatan.
 
Rakyat Palestina baik di dalam wilayah pendudukan maupun yang berada di kamp-kamp pengungsi di Lebanon dan Suriah menggelar aksi demo besar-besaran memprotes penjajahan di tanah air mereka oleh Israel. Aksi demo damai yang digelar kemarin (Ahad 15/5) bertepatan dengan peringatan Hari Nakbah mendapat perlakuan keras dari pihak pasukan keamanan Israel, akibatnya tercatat sekitar 400 orang gugur atau cidera. Di Lebanon selatan sendiri tercatat 110 orang mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel.

Minggu, 15 Mei 2011

Militer Israel Tembaki Warga Palestina dan Suriah di Lebanon Saat Rayakan HUT Israel


Lebanon (15/05)      Tentara rezim Zionis Israel hari ini (15/5) menyerang para warga Palestina di Lebanon yang berkonsentrasi di wilayah Marwan al-Ras dekat perbatasan dengan Palestina pendudukan. Serangan serupa juga dilancarkan terhadap warga Palestina yang berkumpul di dekat perbatasan antara Golan dan Palestina pendudukan.

Dilaporkan oleh beberapa media lokal dan internasional, para tentara Israel berusaha mencegah mendekatnya warga Palestina di Lebanon ke wilayah Palestina pendudukan dengan melancarkan tembakan brutal. Seorang perempuan Palestina terkena tembakan tersebut. Militer Isael juga memberlakukan darurat militer di Marwan al-Ras dan mendesak warga Palestina untuk meninggalkan wilayah tersebut. Pada saat yang sama, militer Israel mengerahkan jet tempurnya untuk mengontrol aktivitas warga Palestina di dekat perbatasan dengan Lebanon.

Press TV juga melangsir laporan terbaru dari Suriah yang menyebutkan, militer Israel menembak mati empat warga Palestina di Golan, dan mengklaim bahwa para korban berusaha melewati perbatasan menuju Palestina pendudukan. Dalam serangan itu, 30 lainnya cedera.  Para korban cedera dirawat di kota Majdal Shams Druse, di utara Golan. Kawasan Golan telah diduduki Israel sejak tahun 1967.

Peningkatan siaga militer Israel itu bertepatan dengan pelaksanaan peringatan Hari Nakbah (Petaka Palestina) yang menandai pembentukan rezim ilegal Israel di bumi Palestina.* (Irib/Info Ops)

Sabtu, 14 Mei 2011

Israel Berulang Tahun, Suka atau Duka ?

Beirut ( 15/05)        15 Mei mengingatkan kita akan peristiwa kelabu yang terjadi 63 tahun lalu, saat sebuah komunitas teroris yang menggunakan atribut agama mengumumkan berdirinya sebuah negara bagi kelompok mereka. Rezim itu berdiri secara ilegal di negeri milik sebuah bangsa yang mereka usir, bantai dan rampas kehormatan dan semua yang mereka miliki. Israel, itulah nama yang dipilih komunitas Zionis untuk negara ilegal yang mereka dirikan. Hari ini, oleh bangsa Palestina yang terusir dan bahkan oleh seluruh bangsa Arab dan umat Islam disebut dengan nama hari Nakba yang berarti petaka. 
 
Sejak beberapa hari lalu, seseorang yang tak dikenal tiba-tiba menjadi sorotan media massa karena memaparkan ide konyol, merayakan hari ulang tahun berdirinya Israel. Reaksi bermunculan. Departemen Luar Negeri menyatakan menolak rencana itu dengan dalih Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dan tidak mengakui eksistensi Israel. Sikap Deplu ini memang cukup diplomatis dengan menitikberatkan masalah pada kebijakan negara yang tidak mengakui Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengannya.

Kontingen Garuda Unifil Berikan Seminar Sehari Mahasiswa Indonesia Di Lebanon

Beirut ( 13/05)      Persatuan Pelajar Indonesia Lebanon (PPL) menyelenggarakan seminar sehari yang difasilitasi oleh KBRI untuk Lebanon di gedung lobby KBRI Beirut, Jum’at (13/05/2011)

Seminar yang mengambil topik “Leadership dan Manajemen Organisasi tersebut menghadirkan empat narasumber dari Satgas Kontingen Garuda Lebanon, narasumber tersebut ialah Mayor Inf Henry Mahyudi (Dansatgas Indo FPC), Mayor Sus A.E Mukhafi (Pa Interpreter bahasa Arab Satgas Indobatt), Mayor Sus Haryanto (Pa Interpreter bahasa Inggris Satgas Indobatt) dan Kapten Adm Arif Jatmiko (Pa Pers Satgas Indobatt).

Seminar sehari yang dibuka langsung oleh Duber RI untuk Lebanon Dimas Samoedra Rum diikuti oleh ikatan mahasiswa Indonesia yang menamakan diri Persatuan Pelajar Indonesia Lebanon (PPIL) yang sedang menjalankan belajar di berbagai Universitas di Lebanon. Mereka berasal dari tiga perguruan tinggi ternama yaitu Global University, Darul Fatwa dan Kuliah Dakwah. Jumlah mahasiswa Indonesia yang menjalankan belajar di Lebanon berjumlah 29 orang.
Secara bergantian narasumber menyampaikan materi sesuai agenda utama dengan ditambahkan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan mengingat hal tersebut sangat penting diberikan kepada para mahasiswa dikarenakan masa depan bangsa dan negara Indonesia ada dipundak mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut Ketua PPIL Khoirul Anwar, tujuan dilaksanakannya seminar tersebut agar para mahasiswa memiliki tambahan ilmu pengetahuan khususnya tentang seni kepemimpinan dan bagaimana memimpin sebuah organisasi. Sengaja para mahasiswa memilih narasumber dari kalangan militer agar bisa saling sharing antara mahasiswa dan militer Indonesia. Kedepan kegiatan serupa diharapkan akan senantiasa dapat terlaksana secara terus menerus. Kami sangat puas atas pelaksanaan seminar tersebut dan kami benar-benar bisa memahami semua yang disajikan oleh narasumber, kata Khoirul Anwar yang diwawancarai seusai kegiatan.

Acara yang dimulai pukul 10.00 sd 16.00 LT (Lebanon Time) tersebut diakhiri dengan pemberian cinderamata dari mahasiswa, sertifikat dari Kedubes RI kepada seluruh narasumber dan dilanjutkan foto bersama.* (Noer/Info Ops)

Kamis, 05 Mei 2011

DANSATGAS INDO FPC HADIRI MEDAL PARADE BATALYON PERANCIS


Lebanon (4/5)          Komandan Satgas Indo FPC  Mayor Inf Hendri Mahyudi menghadiri acara “ Medal Parade” Batalyon Perancis di lapangan Upacara  Frans Batt UN POSN  2 -45  At – Tiri Lebanon (4/5).Acara penyerahan medali tersebut dipimpin langsung oleh pemimpin tertinggi di Unifil ( Force Commander) Major General Alberto Asarta Chuevas dan dihadiri oleh para pejabat Unifil baik militer maupun sipil juga pejabat Lebanese Armed Forces (LAF) serta para tokoh masyarakat.


Selasa, 03 Mei 2011

5 Teror yang Diduga Dipimpin Usamah Bin Ladin

Presiden Amerika Serikat Barack Obama secara resmi mengeluarkan pernyataan terkait tewasnya pemimpin Al Qaidah Usamah Bin Ladin oleh serbuan marinir angkatan laut AS. “Pemerintah Pakistan membantu operasi ini, saya sudah menelepon Presiden Pakistan,” kata Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih. Pada Senin (2/5).

Menurut Obama dengan tewasnya Bin Ladin, keadilan sudah ditegakkan. “Ini bukan perang melawan Islam, tapi perang melawan pembunuh massal,” ujar Obama. Bin Ladin memang telah lama diburu oleh Amerika. Ia diduga menjadi otak serangan WTC, 11 September 2001 di New York.

Dan inilah aksi “teror” yang diduga didalangi Usamah bin Ladin versi Amerika Serikat.

13 November 1995
Bom mobil di Arab Saudi, 5 orang AS tewas.

25 Juni 1996
Bom mobil di kompleks marinir Amerika 19 orang tewas, 400 cedera.

7 Agustus 1998
Bom di kedutaan AS di Kenya dan Tanzania, 224 orang tewas (12 orang AS), ratusan cedera
.
12 Oktober 2000
Bom bunuh diri di kapal perusak USS Cole di pelabuhan Yaman-17 pelaut AS tewas, 39 cedera.

11 September 2001
Al Qaidah, organisasi teroris, diduga berada di balik serangan 11 September 2001 yang menewaskan sedikitnya 3.000 orang.(Konspirasi/Info Ops)

Kontoversi Tewasnya Osama Bin Laden

Osama di Buang ke Laut?
 
Epik dunia ini memang cukup menarik jika didekati dengan teori konspirasi. Ada banyak kejadian yang membuktikan kebenaran pendekatan ini. Misalnya sejarah Neil Amstrong sebagai manusia pertama yang mendarat di bulan, ternyata terbukti hanya hasil propaganda Amerika melawan Uni Soviet waktu itu dalam perang dingin, yang berhasil mengorbitkan Yuri Gagarin mengitari bumi.

Peristiwa 11 September saja sampai hari ini masih menjadi tanda tanya besar. Runtuhnya Twin Tower WTC seperti hasil dari demolition yang biasa digunakan untuk meruntuhkan gedung bekas. Banyak analisis di internet yang menyebutkan kemustahilan tabrakan pesawat terbang dapat meluluh lantakan gedung WTC. Bahkan jika 10 rudal Tomahawk atau Scud ditembakan ke gedung, pasti hasilnya akan patah atau berlubang sebagian, namun tidak akan runtuh vertikal.

Ban Ki-moon Sambut Gembira Tewasnya Bin Laden

Lebanon (03/05)      Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) , Ban Ki-moon menilai tewasnya pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden sebagai point penting dalam melawan terorisme.
 
Kantor Berita Xinhua melaporkan, Ban Ki-moon Senin (2/5) dalam reaksinya atas tewasnya Bin Laden menyatakan bahwa tewasnya pemimpin al-Qaeda ini menjadi titik penting bagi perang anti-terorisme.

Gilles de Kerchove, Koordinator Perang Anti-teroris Uni Eropa hari Senin dalam statemennya menyatakan, tewasnya Osama bin Laden menjadi pukulan telak bagi jaringan al-Qaeda.

Dalam statemen tersebut dijelaskan bahwa pembunuhan pemimpin al-Qaeda merupakan tahap menentukan bagi upaya seluruh negara dunia dalam memerangi terorisme dan mencegah melebarnya fenomena ini.

De Kerchove juga menegaskan, seluruh negara dunia yang aktif memerangi terorisme garus waspada pasca kematian Bin Laden karena ia merupakan simbol dan teladan bagi kelompok radikal. (IRIB/Info Ops)