Sabtu, 28 Mei 2011

Hizbullah Kecam Serangan Terhadap Pasukan PBB

Lebanon (28/05)    "Hizbullah menganggap tindakan kriminal dan meminta layanan khusus Lebanon untuk menyelidiki dan mengungkap pelaku dan menahan mereka,"kata Press TV pernyataan Hizbullah pada hari Jumat. 

Sebuah patroli Italia dari PBB Interim Force di Lebanon (UNIFIL) menjadi sasaran bom pinggir jalan pada hari Jumat.
Setidaknya enam tentara Italia dan dua warga sipil luka-luka dalam serangan itu. Menurut Menteri Pertahanan Italia Ignazio La Russa, dua dari pasukan perdamaian berada dalam kondisi kritis.

Sebuah laporan awal dari kantor berita Italia ANSA mengutip sumber kementerian pertahanan telah mengatakan bahwa seorang tentara Italia tewas dalam ledakan itu.
"Ini adalah tindakan tercela yang jelas ditujukan untuk merusak Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan stabilitas di Lebanon,''kata Neeraj Singh, juru bicara pasukan penjaga perdamaian UNIFIL.

Ia merujuk pada resolusi yang mengakhiri perang Israel 33 hari terhadap gerakan perlawanan Lebanon Hizbullah pada tahun 2006, yang merenggut nyawa lebih dari 1.200 warga Libanon, kebanyakan warga sipil.* ((IslamTimes/Info Ops)

Satgas Indo FPC Unifil Tingkatkan Kesiagaan


Lebanon (28/05)       Satuan Tugas Indonesia Force Protection Company Unifil meningkatkan kesiagaan terkait insiden ledakan bom yang mengenai sebuah mobil Unifil dari Kontingen Itali di wilayah Saida Lebanon Selatan (27/05).

Dikutip dari berbagai sumber bahwa ledakan tersebut mengakibatkan sedikitnya dua personel militer tewas dan empat lainnya mengalami luka serirus dan hingga saat ini masih dirawat di sebuah rumah sakit Sidon Lebanon Selatan.

Pihak Unifil Security bahkan mengeluarkan instruksi khusus bahwa semua kontingen dilarang melakukan aktifitas pergerakan kendaraan maupun personel dari markas masing-masing hingga batas waktu yang belum ditentukan sambil menunggu situasi aman.

Menyikapi instruksi dari Unifil tersebut, Komandan Satgas Indo FPC Mayor Inf Henri Mahyudi melarang keras bagi anggota satgas melakukan aktifitas pergerakan keluar camp demi keamanan dan keselamatan personel. 

Terkait dengan insiden tersebut hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut namun aparat keamanan setempat masih berupaya untuk menemukan pelaku dan motif tindakaanya.* (Info Ops)

Ledakan Bom di Lebanon Selatan Lukai Kontingen Italy

Lebanon (28/05)   Sebuah bom pinggir jalan meledakkan sebuah kendaraan PBB di jalan raya kota pelabuhan Sidon Lebanon selatan Jumat tanggal 27 Mei 2011, melukai enam tentara dari kontingen Italia, dua serius. Komandan Kontingen Italia dari Sector west melalui staf juru bicara Massimo Fogari membantah laporan sebelumnya bahwa seorang tentara Italia tewas dalam serangan itu. Keenam tentara yang terluka diangkut ke rumah sakit di Sidon, Hammoud Hospital. Dua warga sipil Lebanon, Tannous Tanious dan Amin Dawoud, yang berdiri sekitar 50 meter dari lokasi ledakan juga sedikit terluka, sumber keamanan mengatakan. Hingga laporan ini diturunkan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. "Ada enam penjaga perdamaian terluka satu dengan cedera serius. Dan sisanya mengalami luka moderat. Mereka semua di rumah sakit," kata juru bicara UNIFIL Neeraj Singh.
"Tim kami sedang dalam perjalanan [ke lokasi]."

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL ditempatkan di Libanon selatan untuk mengawasi perbatasan dengan Israel. Pemimpin Lebanon sangat mengutuk serangan itu, dengan Presiden Michel Sleiman menggambarkannya sebagai tindak pidana dimaksudkan  untuk menggoyahkan negara itu. "Ini tindak pidana bertujuan untuk mengancam keamanan negara dan stabilitas," kata dia mengatakan dalam sebuah pernyataan. Parlemen Nabih Berri juga menyatakan keprihatinannya atas serangan itu. "Kami mengutuk kejahatan ini teroris, karena kami menawarkan bela sungkawa kami untuk para pemimpin UNIFIL dan khususnya unit Italia, berharap untuk pemulihan cepat dari mereka yang terluka," kata Berri dalam pernyataannya.

Polisi Lebanon Blokade Kantor Telekomunikasi

Lebanon (28/05)   Polisi Lebanon pro Saad Hariri  mencegah menteri telekomunikasi negara ini memasuki kantornya dan komandan polisi membangkang terhadap instruksi menteri dalam negeri untuk meninggalkan lokasi departemen telekomunikasi. Aksi ini memaksa menteri telekomunikasi mengundurkan diri dari jabatannya.
 
Menyaksikan kondisi seperti ini, militer Lebanon Jum'at malam (27/5) mulai bertindak dan berhasil mengusir polisi yang mengepung departemen telekomunikasi.

Menurut situs online dari berbagai media lokal, pasukan khusus militer Lebanon dikerahkan ke departemen telekomunikasi dan berhasil menguasai gedung. Di sisi lain, polisi yang sebelumnya mengepung departemen ini tanpa melakukan perlawanan menyerahkan kontrol departemen telekomunikasi kepada militer.