Kamis, 03 Februari 2011

Hadapi Pendemo di Kairo, Ribuan Pasukan Israel dan Baduwi Dikerahkan

Naqoura (3/2)   Pengamat Timur Tengah, Hadi Majidi, menyatakan bahwa 1500 pasukan komando Zionis Israel dan 5 ribu baduwi bayaran dikerahkan untuk membubarkan para pendemo anti-rezim Hosni Mubarak.
 
Menurut keterangan Majidi, sebagian pasukan komando didikan Zionis Israel itu berbahasa Arab. Selain itu, pasukan komando itu didampingi sekelompok baduwi yang jumlah mereka mencapai 5 ribu orang. Para baduwi dibayar dengan biaya yang cukup tinggi untuk menghadapi para pendemo. Mereka dilengkapi dengan senjata tajam seperti pisau, parang dan pentungan.


selengkapnya

Preman Pro-Mubarak Sudutkan Demonstran di Bundaran Tahrir

Naqoura (3/2)   Revolusi Mesir menginjak hari ke-10 dan tercatat sedikitnya enam pengunjuk rasa anti-rezim Mubarak tewas dan 14 lainnya cedera. 
 
Demonstrasi terus berlanjut, namun sebelum Rabu malam (2/2) tidak terjadi bentrokan dalam aksi demonstrasi warga. Khususnya setelah militer Mesir menilai demonstrasi damai warga sebagai hal yang wajar dan tidak melanggar undang-undang. Tidak hanya itu, pihak militer juga menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan. 

Namun sejak Rabu malam, aktivitas para demonstran di Bundaran Tahrir, pusat kota Kairo, mendadak diserang oleh para badui dan preman bayaran rezim Hosni Mubarak. Mereka memuntahkan tembakan ke arah para demonstran. Demikian dilaporkan DPA.Menurut keterangan saksi mata, korban terakhir adalah seorang penentang pemerintah yang tewas akibat terkena tembakan.

Bentrokan Hari Rabu, Ratusan Tewas dan Ribuan Terluka

Naqoura (3/2)   Jutaan pendemo terlibat bentrok dengan polisi yang berpakaian preman di kota Kairo pada hari kesembilan aksi protes anti-rezim Mubarak, Rabu (3/2). Sekelompok orang yang kemudian diketahui beridentitaskan polisi menyerang kumpulan pendemo di bundaran Tahrir, Kairo. Bardasarkan laporan tersebut, satuan preman itu berjumlah ribuan.
 
Polisi yang berpakaian preman juga menembakkan peluru ke arah para pendemo. Sebagaimana dilaporkan Press TV, miminal 15 warga tertembak oleh peluruh pasukan keamanan Mesir. Salah satu di antara mereka dipastikan meninggal dunia akibat tembakan tersebut.

3 Februari Dalam Lintasan Sejarah

Imam Khomeini Akan Bentuk Pemerintahan Sementara
 
32 tahun yang lalu, tanggal 3 Februari tahun 1979, dua hari setelah kembalinya Imam Khomeini ke Iran, beliau mengadakan jumpa pers dengan para wartawan. Dalam kesempatan itu, Imam Khomeini menjelaskan bahwa pemerintahan revolusi Islam akan segera dibentuk dengan tugas untuk mempersiapkan pelaksanaan referendum. Referendum ini direncanakan akan diadakan setelah disusunnya undang-undang dasar Republik Islam. Selain itu, Imam Khomeini juga menyatakan akan mengeluarkan fatwa jihad kepada rakyat Iran, bila tindakan represif pemerintahan Perdana Menteri Shapour Bakhtiar masih diteruskan. Imam Khomeini juga menyerukan kepada angkatan bersenjata Iran agar bergabung dengan rakyat untuk mendukung revolusi Islam.