Jumat, 17 Juni 2011

Farewell Party Di KRI Frans Kaisiepo

Beirut ( 17/06)          Setelah delapan bulan menjalani tugas dalam missi perdamaian di Lebanon, Satgas MTF (Maritime Task Force) KRI Frans Kaisiepo kini saatnya harus kembali ke tanah air dan akan digantikan oleh satgas berikutnya.

Bertempat di haluan KRI Frans Kaisiepo, pihak satgas Indo MTF mengadakan malam perpisahan yang biasa dikenal dengan istilah farewell party kemarin malam, Kamis (16/06). Nampak hadir dalam acara tersebut diantaranya Kebubes RI utnuk Lebanon Dimas Samoedra Rum, Komandan Satgas FHQSU Kolonel Pnb Yulianta, Wadanyon Indobatt Letkol Mar Harnoko, Komandan Satgas SEMPU Letnan Kolonel Cpm Dwi Prasetyo Wiranto, Komandan Satgas Indo FPC Mayor Inf Henry Mahyudi dan para pejabat Staff Officer Unifil HQ.

KRI Frans Kaisiepo-368 bergabung dengan MTF UNIFIL pada tanggal 22 Oktober 2010, dibawah Komandan Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST sekaligus Komandan Satgas MTF Konga XXVIII-B/UNIFIL telah menunjukan berbagai prestasi yang telah dicapai selama dalam melaksanakan misi perdamaian PBB tersebut.

Selasa, 07 Juni 2011

Satgas Indo FPC Untuk Ketiga Kalinya Terima Tim COE dari Unifil


Lebanon(7/6)        COE(Contingent Owned Equipment)Inspection adalah salah satu prosedur Unifil untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap barang-barang / material perlengkapan dari setiap Negara yang dibawanya untuk digunakan didaerah operasi Unifil agar tetap sesuai dengan standar operasional Unifil. Demikian pula dengan Satgas Indo FPC mendapatkan giliran untuk menerima kunjungan dari Tim COE Inspection Unifil yang beranggotakan ± 12 orang dibawah pimpinan Mr. Steany

Inspeksi kali ini bagi Satgas Indo Force Protections Company merupakan yang ketiga kalinya dalam misi penugasan dilebanon setelah yang pertama pada  bulan desember 2010 dan kedua dibulan maret 2011 sehingga jauh-jauh hari Satgas Indo FPC mempersiapkan personel dan materiil yang akan di Inspeksi oleh Tim COE dari Unifil tersebut.

Kegiatan diawali dengan sambutan selamat datang dari Komandan Satgas Indo FPC Mayor Inf Henri Mahyudi kemudian dilanjutkan dengan paparan dari pejabat sementara Pasilog Satgas Indo FPC Lettu Kes M. Masroer selaku Koordinator Inspeksi Satgas Indo FPC  sekaligus pembagian personel sesuai dengan bidang pemeriksaan yang telah ditentukan oleh TIM COE seperti  ruang makan dan dapur, peralatan komunikasi, EOD, ruangan kantor, akomodasi termasuk korimex, gudang dan kontainer Food Storage, Loundry and Cleaning, Generator listrik dan air, Kendaraan, trailer, dan lain sebagainya sesuai dengan ceklist yang diberikan oleh Tim COE.

Selama lebih kurang 2 jam kegiatan inspeksi berlangsung dengan tertib dan aman meskipun masih ada beberapa materiil satgas Indo FPC yang tidak layak operasional sesuai dengan Standart yang diberikan oleh Unifil. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan oleh Tim COE kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di Dinning Room Soedirman Camp.

Senin, 06 Juni 2011

Puluhan Warga Palestina Tewas Saat Peringati Hari Naksa

Lebanon (6/6)    Demonstrasi warga Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan kemarin (Ahad, 5/6) mengakibatkan 90 orang cedera sementara di Dataran Tinggi Golan, tercatat 22 warga Palestina gugur syahid di tangan tentara rezim Zionis Israel dan ratusan orang lainnya cedera. 


Kantor berita Fars melaporkan, demonstrasi itu digelar dalam rangka memperingati hari Naksa yang menandai 44 tahun pendudukan Baitul Maqdis oleh Israel. Di Tepi Barat Sungai Jordan, militer Israel menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa. Namun di Dataran Tinggi Golan, militer Israel menggunakan peluru tajam untuk membubarkan para pengungsi Palestina yang berdemo di dekat perbatasan antara Israel dan Suriah. 

Kamis, 02 Juni 2011

Indo FPC Kawal Tripartite Meeting

Lebanon (02/06)      Satu Tim Escort dari Satgas Indo FPC melaksanakan pengawalan terhadap Force Commander dalam rangka Tripartite Meeting yang dihadiri oleh pejabat senior Lebanon Armed Forces dan Israel Defences Forces.

Tripartite Meeting kali ini diselenggarakan untuk membahas UN Security Council Resolution 1701 terkait penempatan tanda batas yang jelas pada Blue Lines (perbatasan) dan membahas langkah-langkah keamanan terkait adanya rencana  aksi unjuk rasa para pengungsi dari Palestina di wilayah sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.