Senin, 25 April 2011

Jihad Islam Minta Tangkap Dan Tahan Tentara Zionis

Lebanon (24/04)      Gelombang demonstrasi yang dilakukan oleh organisasi massa dalam dua hari terakhir  terjadi di beberapa tempat di wilayah Lebanon diantaranya Beirut, Tyre dan beberapa daerah di Lebanon bagian selatan.

Gerakan Jihad Islam di Beirut meminta kelompok-kelompok muqawama Palestina meningkatkan penangkapan tentara Zionis.

Seperti yang dikutip harian online "Palestine Today" dan “Lebanonnews” menyebutkan, Haitsam Abu Ghazlan (Gerakan Jihad Islam Beirut) meyakini bahwa satu-satunya jalan untuk membebaskan para tawanan Paletina adalah menahan tentara Zionis lebih banyak lagi". Pernyataan itu dikemukakannya dalam aksi mogok di depan kantor Palang Merah di Beirut dan beberapa tempat lainya. Dalam aksi mogok itu, hadir dan berpidato pula Marhaj Bashara mantan menteri kabinet Lebanon, Marwan Faris anggota parlemen Lebanon, Haaj Ataullah, Ketua Komisi Pembelaan Tahanan Palestina dalam gerakan Hizbullah.

Mereka menekankan perlawanan terhadap segala bentuk kerakusan Zionis serta menilai bahwa satu-satunya cara paling efektif untuk membebaskan tawanan Palestina adalah menahan tentara Zionis yang lebih banyak. (Info Ops)

Kamis, 21 April 2011

PBB Siap Kirim Bantuan ke Rakyat Libya


Lebanon, (21/04)  Badan-badan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang mempersiapkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Libya. Seperti dilaporkan Xinhua dari New York, juru bicara PBB hari Selasa (19/4) mengatakan badan-bdan resmi PBB tengah mempersiapkan bantuan untuk rakyat Libya di kota Misrata dan kota-kota lainnya.

PBB memperkirakan bahwa sejak meletusnya krisis dan peperangan di Libya pertengahan Februari lalu hingga saat ini sekitar 500 ribu orang telah meninggalkan negara itu dan sekitar 330 ribu orang mengungsi ke tempat yang aman di dalam negeri.

Dinas Rahasia Israel: Kami Tak Mampu Hadapi Hizbullah


Lebanon, (21/04)      Seperti kutipan media online Indonesiairib kemarin, Rabu (20/04) menjelaskan petinggi Mossad mengakui ketidakmampuan dinas intelijen Rezim Zionis Israel dalam menghadapi Hizbullah Lebanon. Diakui bahwa dinas intelijen Israel terjebak dalam friksi internal dan kebuntuan saat berhadapan dengan Hizbullah.

Laporan ini menambahkan, kelemahan intelijen Zionis dalam menghadapi kelompok perjuangan rakyat Lebanon yang dipimpin Hizbullah telah menimbulkan konflik internal tersendiri di lembaga keamanan dan militer rezim ini, yang memuncak setelah kekalahan memalukan di perang 33 hari, Juli-Agustus 2006.

Dalam beberapa bulan terakhir militer Lebanon dan Hizbullah berhasil membongkar sejumlah jaringan spionase Israel di wilayah selatan Lebanon. Lebih dari seratus orang ditangkap terkait tuduhan mata-mata untuk kepentingan Rezim Zionis Israel. (IRIB/Info Ops)

Sinergi TNI-Polri dan Kewaspadaan Atas Lembaga Islam Dukungan Arab


Lebanon, (21/04)          Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/4/2011), meminta TNI dan Polri bersinergi menumpas terorisme dan radikalisasi di Indonesia. Terlebih, belakangan ini marak terjadi aksi radikalisme dan terorisme, seperti yang terjadi di Cirebon. Ada pula bom buku yang sempat meresahkan masyarakat di Indonesia.

Kompas dalam situsnya menyebutkan, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono seusai rapat kepada para wartawan mengatakan, "Presiden meminta TNI dan Polri bersinergi. Yang lebih penting yang tadi ditekankan oleh Bapak Presiden adalah meminta bantuan bukan berarti tidak mampu. Itu yang paling penting. Tapi justru mensinergikan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki agar lebih efektif dalam menangani permasalahan".