Kamis, 20 Januari 2011

INDO FP Coy Dibekali Ketrampilan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

 (foto by : Agoes)
 (foto by : Agoes)
Naqoura-Lebanon (19/1). Untuk meningkatkan kemampuan personil Satgas Indo FP Coy Konga XXVI-C2, Unifil memberikan kesempatan khusus untuk melatih tata cara dan prosedur penanggulangan kebakaran yang dilakasanakan di Fire Brigade Station/Unifil Naqoura Lebanon Selatan, Rabu (19/1). 

Latihan tersebut diikuti oleh 30 personel yang terdiri dari 19 personel Satgas Indo FP Coy yang dipimpin oleh lettu Inf Eka Wira dan 11 personel dari Satgas Indo FHQSU yang dipimpin oleh Kapten Dudy Hilmansyah. 

Tahapan latihan diawali dengan dengan pengetahuan teori dilanjutkan dengan latihan praktek pemadaman. Pada latihan teori tentang pemadaman, Instruktur Fire Brigade, Major Komarudin yang berasal dari negara Malaysia berkesempatan memberikan penjelasan tentang berbagai jenis alat pemadam kebakaran yang biasa digunakan untuk memadamkan kelas api tertentu, yaitu alat Pemadam Jenis Air/Water, yang digunakan untuk memadamkan api Kelas A berasal dari bahan kain, kertas, karton, kayu dan alat Pemadam Jenis Bubuk/Powder yang digunakan untuk memadamkan api Kelas A, B, dan C yang berasal dari bahan kain, kertas, karton, kayu, listrik, gas, dan bahan kimia serta alat Pemadam Jenis Karbon Dioksida / CO2 yang digunakan untuk memadamkan api Kelas B, dan C yang berasal dari gas, bahan kimia, listrik dan peralatan listrik.

Selain materi seperti tersebut diatas instruktur juga termasuk memperkenalkan beberapa peralatan keselamatan evakuasi disaat bahaya kebakaran terjadi, seperti perangkat alat-alat evakuasi korban, seperti masker pernafasan, serta alat-alat lain-nya.(Goes-Noer/Ba Info Ops)

 (foto by : Agoes)
 (foto by : Agoes)

Senin, 17 Januari 2011

DANSATGAS FHQSU PIMPIN UPACARA 17-AN DI LEBANON

Naqoura-Lebanon (17/1).    Komandan Satgas Indo FHQSU memimpin jalannya upacara 17-an di lingkungan Sudirman Camp Lebanon Selatan, Senin (17/1).

Panglima TNI dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh inspektur upacara bahwa upacara yang secara rutin dilaksanakan setiap bulan memiliki makna yang penting diantaranya untuk mengingatkan kepada kita semua sebagai penerus akan memperjuangkan para generasi pendahulu yang melahirkan NKRI pada 17 Agustus 1945 dan sebagai sarana komando untuk menjalin komunikasi antara pimpinan dengan anggota dan satuan jajaran TNI.
 
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa saat ini kita berada pada awal dari program kerja TA. 2011 yang akan ditandai dengan rapim TNI tahun 2011 guna membahas dan menetapkan kebijakan Panglima TNI berkaitan dengan pembangunan kekuatan pokok minimum dan reformasi birokrasi TNI.

    Sebelum mengakhiri  amanatnya, inspektur upacara menyampaikan beberapa atensi Panglima TNI diantaranya  yang intinya bahwa kita semua harus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan wawasan serta ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan disipilin pribadi sebagai basis terwujudnya disiplin satuan, senantiasa menjaga dan memegang teguh komitmen netralitas politik tni, meningkatkan terus soliditas dan mengurangi/menyederhanakan kegiatan yang bersifat seremonial guna mencegah terjadinya pemborosan dalam rangka efisiensi dan efektifitas kegiatan  di jajaran tni.

Hadir dalam pelaksanaan upacara tersebut selain Satgas Indo FPC sebagai pasukan upacara juga dihadiri Satgas Indo FHQSU, CIMIC, Satgas Indomed, SO dan para pejabat dari masing-masing satgas khususnya  yang berada di lingkunan Naqoura Camp. (Goes-Noer/Bainfo Ops Indo FPC Konga XXVI-C2)

Sabtu, 15 Januari 2011

Asal Usul Zion



Nabi Daud AS, yang juga raja, menaklukkan bukit Zion yang merupakan benteng dari kaum Yabus. Nabi Daud AS tinggal di benteng itu dan diberinya nama: "bandar Daud" (Samuel II 5:7-9)

Sejak itu maka Zion menjadi tempat suci, dikeramatkan orang-orang Yahudi yang mereka percayai bahwa Tuhan tinggal di tempat itu: "Indahkanlah suaramu untuk Tuhan Yang menetap di Zion" (Mazmur 9:11).

Zionisme ialah gerakan orang-orang Yahudi yang bersifat ideologis untuk menetap di Palestina, yakni di bukit Zion dan sekitarnya. Walaupun Nabi Musa AS tidak sampai pernah menginjakkan kaki beliau di sana, namun orang-orang Yahudi menganggap Nabi Musa AS adalah pemimpin pertama kaum Zionis.

Seperti Apakah Ideologi Zionis Itu?

Sebenarnya di kalangan umat Islam dan analis Arab sendiri terdapat perbedaan persepsi tentang esensi Zionis. Sebagian memandang bahwa Zionis adalah perangkat imperialisme "Barat"; pihak lain berpendapat Zionis sebagai proyek ekonomi Barat; yang lain mengatakan Zionis merupakan bentukan Yahudi-Eropa sebagai solutif atas problematika Yahudi di Benua Eropa; sebagian lagi menyatakan Zionis adalah perwujudan dari nasionalisme, budaya Yahudi; mayoritas gerakan Islam mengambil perspektif berbeda, dimana Zionis adalah representasi Yahudi — artinya keduanya satu wujud, hanya lain identitas— yang selalu menyulut konfrontasi terhadap Islam.