Selasa, 04 Januari 2011

Presiden Lebanon Siap Balas Israel

 Michel Suleiman

Lebanon (3/1).       Presiden Lebanon Michel Sleiman kembali menegaskan tak akan tinggal diam menyaksikan pelanggaran yang dilakukan Rezim Zionis Israel terhadap kedaulatan Lebanon. "Lebanon harus mempersiapkan langkah yang jitu untuk menjawab pelanggaran itu," imbuhnya. Pernyataan itu disampaikan Sleiman dengan menunjuk kepada kesiapan strategi pertahanan Lebanon untuk menangkap gangguan Israel. Sang Presiden menekankan kembali soal kemampuan Lebanon dan strategi pertahanan nasional yang juga meliputi bidang politik, diplomasi dan militer dalam menangkap kemungkinan serangan udara, darat dan laut serta upaya untuk membebaskan wilayah yang masih diduduki rezim Zionis Israel. 
 

Israel Tidak Bisa Perang Panjang

Lebanon (3/1).        Seperti yang dilangsir harian online IRIB pada Jum'at (31/12/2010) menjelaskan bahwa seorang peneliti menilai rezim Zionis tidak dapat bertahan dalam perang panjang dengan lawannya, karena Israel memiliki keterbatasan geografis. 
 
Mengacu pada perang 2006 di Lebanon, Ahmed mengatakan, "Pasukan Israel dikalahkan sangat cepat setelah berperang hanya dalam beberapa minggu, karena mereka tidak memiliki kedalaman geografis."
Direktur IGA (Institiut Kajian Teluk Persia) Ali al-Ahmed mengatakan, "Setiap kali rezim Zionis berperang dengan kekuatan tangguh di wilayah ini akan mendorong Israel untuk menggunakan sesuatu yang melebihi senjata konvensional."

Lebanon di Tahun 2010

 Sayyid Hasan Nasrullah

Naqoura (3/1).         Seperti yang dilangsir harian online IRIB pada edisi 30 Desember 2010 lalu bahwa selama kurun waktu tahun 2010, pesawat tempur Zionis Israel terus menerjang zona udara lebanon dan melanggar resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB nomor 1701 mengenai gencatan senjata. Resolusi itu diputuskan pada tahun 2006 untuk menghentikan perang 33 hari. Rezim Zionis Israel harus menghormati resolusi DK PBB dan kedaulatan Lebanon. Akan tetapi rezim ini tetap melakukan pelanggaran dengan menerbangkan pesawat tempur di zona udara Lebanon. Terkait hal ini, Beirut berulangkali mengirim surat protes kepada PBB terkait pelanggaran Tel Aviv itu.
 

Senin, 03 Januari 2011

Hizbullah: Kami Tak Akan Beri Kesempatan kepada Israel

Lebanon (3/1).    Hizbullah tak akan membiarkan rezim zionis Israel memanfaatkan pengadilan kasus teror atas mantan PM Lebanon Rafik Hariri untuk mewujudkan target yang gagal dicapainya pada perang 33 hari. Hal itu dikatakan Nabil Qawuq, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon seraya menekankan kepada seluruh pihak di Lebanon agar bersatu menolak penyalahgunaan kasus teror Hariri untuk memukul gerakan muqawama Lebanon. 
 
"Persatuan adalah kunci untuk menyelesaikan semua kesulitan di Lebanon," imbuhnya.
Qawuq menambahkan, "Kami bertekad untuk mengakhiri mata rantai kebohongan dan tipuan. Sebab, mata rantai inilah yang telah memasung Lebanon dan mengguncang kekuatan dan stabilitas negara ini. Mata rantai kebohongan ini pula yang telah merusak hubungan Lebanon dengan Suriah."